"Cakap sahabat yang jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi dari nenek moyang"(Saidina Ali)

Nuffnang

Sunday, August 21, 2011

Hadis 40 Imam Nawawi - Hadis 27 - Hati Tenang dan Gelisah




Hadis 27

Daripada Nawas bin Sim’an radhiallahuanhu, dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda : “Kebaikan adalah akhlak yang baik, sedangkan dosa adalah segala hal yang megusik  jiwamu dan engkau tidak suka jika orang lain melihatnya “

(Riwayat Ahmad 4/228, al-Bukhari dalam al-Adab no.295 dan Muslim no. 2553)

Dan daripada Wabishah bin Ma’bad radhiallahuanhu dia berkata : Saya mendatangi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, lalu baginda bersabda : Apakah engkau datang untuk bertanyakan tentang kebaikan ?, Saya menjwab : Benar!. Baginda bersabda : Mintalah fatwa kepada kamu sendiri. Kebaikan adalah apa-apa yang mententeramkan jiwa dan hati, sedangkan dosa adalah apa-apa yang mengusik jiwa dan meragukan hati, meskipun orang-orang memberi fatwa yang membenarkanmu.

(Riwayat Ahmad no. 18006 dan al-Darimi (2/249).



Al-Nawwas bin Sam'an, radiyallahu 'anhu, reported that the Prophet, sallallahu 'alayhi wasallam, said:

"Righteousness is good character, and sin is that which wavers in your heart and which you do not want people to know about."

[Muslim]

According to Wabisah bin Ma'bad, radiyallahu 'anhu, who said:

I came to the Messenger of Allah, sallallahu 'alayhi wasallam, and he said: "You have come to ask about righteousness ?" " Yes," I answered. He said: "Consult your heart. Righteousness is that about which the soul feels tranquil and the heart feels tranquil, and sin is what creates restlessness in the soul and moves to and fro in the breast, even though people give you their opinion (in your favour) and continue to do so."

[A good hadith transmitted from the Musnads of the two Imams, Ahmad bin Hanbal and Al-Darimi]

(Hadits hasan kami riwayatkan dari dua musnad Imam Ahmad bin Hanbal dan Ad Darimi dengan sanad yang hasan)


Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :


1.     Tanda perbuatan dosa adalah timbulnya keragu-raguan dalam jiwa dan tidak suka kalau hal itu diketahui orang lain.


2.     Siapa yang ingin melakukan suatu perbuatan maka hendaklah dia menanyakan hal tersebut pada dirinya .


3.     Anjuran untuk berakhlak mulia kerana akhlak yang mulia termasuk unsur kebaikan yang sangat besar.

4.     Hati seorang mu’min akan tenang dengan perbuatan yang halal dan gusar dengan perbuatan haram.


5.     Melihat terlebih dahulu ketetapan hukum sebelum mengambil tindakan. Ambillah yang paling dekat dengan ketakwaan dan kewara’an dalam agama.


6.     Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam  ketika menyampaikan sesuatu kepada para shahabatnya selalu mempertimbangkan situasi dan keadaan mereka.

7.     Antara sfat orang Mukmin yang Allah telah sebutkan dan surah al-Anfal ayat 2-4 ialah:

 “Orang yang ketika nama Allah disebut, hati mereka gementar, dan ketika ayat-ayat-Nya dibacakan kepada mereka, iman mereka bertambah dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal. (Iaitu) mereka melaksanakan solat dan mengeluarkan infak dariapada sebahagian harta yang Kami berikan kepada mereka. Mereka itulah orang yang benar-benar Mukmin.”

8.         Abu Tha’labah al-Khasyani meminta kepada Rasulullah SAW supaya diterangkan apakah yng halal baginya dan haram atasnya? Rasulullah menyatakan, “Kebaikan yang halal itu ialah sesuatu yang tetap oleh diri dan tenang oleh jiwa dalam menghadapainya. Dosa itu ialah sesuatu yang tidak tetap oleh diri dan tiada tenag oleh hati.  (Riwayat Imam Ahmad daripada Abdullah bin al-Ala bin Zayd)

9.         Wasilah bin al-Asqa meminta kepada Rasulullah SAW: “Berilah kepadaku satu fatwa tentang sesuatu perkara sehingga aku tiada lagi akan bertanya kepada seseorang sesudah engkau.”

Maka Rasulullah pun berkata kepadanya: “Mintalah fatwa daripada diri engkau sendiri.”

Kataku: “Bagaimanakah yang demikian?”

Rasulullah menjawab: “Engkau tinggal apa yang meragukan engkau kepada apa yang tiada meragukan engkau. Sekalipun telah berfatwa kepada engkau oelh sekalian orang yang berfatwa.”

Kataku lagi: “Bagaimanakah yang demikian?”

Jawab Baginda: “Letakkan tangan engkau di atas hati engkau (bagaimana perasaan engkau?)” Hati akan tenang kepada perkara yang halal dan tiada resah gelisah kepada perkara yang haram.            (Riwayat al-Tabrani)

Wasiat Nabi Adam a.s
Menurut riwayat dalam Syarah al-Arbain al-Nawawiyah, Nabi Adam a.s berwasiat kepada anak-anaknya:

1.      Jika kamu hendak berbuat sesuatu, tetapi hati kamu gelisah kerananya, maka janganlah kamu teruskan. Sewaktu akan memakan buah khuldi, hatiku telah bergoncang dan gelisah.

2.      Jika kamu hendak mengerjakan sesuatu perkara, lihatlah kesudahannya. Kalau aku lihat atau fikirkan tentang kesudahan akibat memakan buah tersebut, tentu aku tidak memakannya.

3.      Jika kamu hendak melakukan sesuatu perkara, maka berundinglah dengan orang yang arif. Kalau aku dahulunya berunding dengan malaikat, tentu diberitahu kepada aku supaya aku tidak memakan buah yang terlarang itu.

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive

Nuffnang