"Cakap sahabat yang jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi dari nenek moyang"(Saidina Ali)

Nuffnang

Thursday, June 23, 2011

6. Shahih Muslim - Kitab Salat Musafir dan Mengqasarnya (BHG 1)


Kitab Sholat Musafir dan Mengqasarnya

1. Sholat orang yang bepergian dan qasar Sholat

•             Hadis riwayat Aisyah ra., istri Nabi saw. ia berkata:

Awalnya tiap Sholat diwajibkan dua rakaat, baik di kediaman (tidak sedang dalam bepergian) atau dalam perjalanan. Kemudian Sholat dalam perjalanan tetap (dua rakaat) dan Sholat di kediaman ditambah. (Shahih Muslim No.1105)

•             Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:

Dari Hafesh bin Ashim ia berkata: Ibnu Umar bercerita kepada kami, ia berkata: Hai keponakanku! Aku pernah menemani Rasulullah dalam suatu perjalanan beliau. Beliau Sholat tidak lebih dari dua rakaat hingga beliau wafat. Aku juga pernah menemani Abu Bakar dalam perjalanannya. Dia Sholat tidak lebih dari dua rakaat hingga ia wafat. Aku juga pernah menemani Umar. Dia Sholat tidak lebih dari dua rakaat hingga ia wafat. Aku temani Usman. Dia juga Sholat tidak lebih dari dua rakaat hingga ia wafat. Allah berfirman: Sesungguhnya dalam diri Rasulullah ada suri teladan bagi kalian. (Shahih Muslim No.1112)

•             Hadis riwayat Anas ra.:

Bahwa Rasulullah saw. menunaikan Sholat Zuhur di Madinah sebanyak empat rakaat dan di Dzul Hulaifah sebanyak dua rakaat. (Shahih Muslim No.1114)

•             Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:

Kami pergi dari Madinah ke Mekah bersama Rasulullah saw. Beliau selalu Sholat dua rakaat sampai beliau kembali (ke Madinah). Aku bertanya: Berapa lama baginda akan tinggal di Mekah? Beliau menjawab: Sepuluh hari. (Shahih Muslim No.1118)



2. Mengqasar Sholat ketika berada di Mina

•             Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.:

Dari Rasulullah saw. bahwa beliau melakukan Sholat musafir di Mina dan di tempat lain sebanyak dua rakaat. (Shahih Muslim No.1119)

•             Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra.:

Dari Abdurrahman bin Yazid, ia berkata: Usman pernah mengimami Sholat kami di Mina sebanyak empat rakaat. Hal itu diceritakan kepada Abdullah bin Masud. Dia membaca istirja`: "Inna lillahi wa inna ilaihi raaji`uun ", (Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kita kembali). Dia berkata: Aku Sholat bersama Rasulullah saw. di Mina hanya dua rakaat. Aku juga pernah Sholat bersama Abu Bakar Sidik di Mina sebanyak dua rakaat. Dan aku pernah Sholat bersama Umar bin Khathab di Mina sebanyak dua rakaat. Mudah-mudahan akan mendapat empat rakaat, yaitu dua rakaat, dua rakaat. (Shahih Muslim No.1122)

•             Hadis riwayat Haritsah bin Wahab ra., ia berkata:

Aku pernah Sholat bersama Rasulullah saw. di Mina sebanyak dua rakaat dan tidak ada manusia yang membicarakannya. (Shahih Muslim No.1123)



3. Sholat di rumah saat turun hujan

•             Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:

Rasulullah saw. pernah memerintahkan seorang muazin dalam malam yang dingin dan hujan agar Sholat di rumah. (Shahih Muslim No.1125)

•             Hadis riwayat Abdullah bin Abbas ra.:

Bahwa ia berkata kepada muazinnya pada hari yang hujan: Apabila engkau telah sampai pada ucapan, "Asyhadu Al-laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammad ar rasuulullah", maka jangan engkau lanjutkan dengan ucapan: "Hayya `alas shalah". Katakan: "Shalluu fi buyutikum", (Sholatlah kalian di rumah kalian). Selanjutnya Ibnu Abbas mengatakan: Orang-orang nampaknya mengingkari hal itu. Apakah kalian heran dengan hal itu. Padahal hal tersebut pernah dilakukan oleh seorang yang lebih baik dariku (Rasulullah saw.). Sholat Jumat adalah kewajiban. (Tetapi) saya tidak suka membuat kalian merasa berat, berjalan di atas lumpur kotor. (Shahih Muslim No.1128)



4. Sholat sunat di atas kendaraan saat perjalanan

•             Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:

Bahwa Rasulullah saw. Sholat sunat ke arah untanya menghadap. (Shahih Muslim No.1129)

•             Hadis riwayat Abdullah bin Amir bin Rabiah ra.:

Bahwa ayahnya pernah menyaksikan Rasulullah saw. melakukan Sholat sunat malam dalam suatu perjalanan di atas punggung hewan tunggangannya, ke arah hewan itu menghadap. (Shahih Muslim No.1137)

•             Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:

Dari Anas bin Sirin, ia berkata: Kami pernah bertemu dengan Anas bin Malik ketika ia tiba di Syam. Kami menjumpainya di Ain Tamar. Ketika itu aku melihat ia sedang Sholat di atas keledai dan menghadap ke arah kiri kiblat. Aku berkata: Aku melihat engkau Sholat menghadap bukan kiblat. Ia menjawab: Seandainya aku tidak melihat Rasulullah saw. melakukannya, niscaya aku tidak akan melakukannya. (Shahih Muslim No.1138)



5. Boleh menjamak (menggabug) dua Sholat dalam satu waktu ketika dalam perjalanan

•             Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:

Apabila Rasulullah saw. tergesa-gesa untuk bepergian, beliau menjamak (menghimpun) Sholat Magrib dan Isyak. (Shahih Muslim No.1139)

•             Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:

Apabila Rasulullah berangkat musafir sebelum matahari tergelincir (condong ke Barat), beliau menangguhkan Sholat Zuhurnya ke waktu Asar. Kemudian beliau berhenti singgah dan menjamak antara Zuhur dan Asar. Dan apabila ketika beliau pergi, matahari telah condong ke Barat (tergelincir), maka beliau melakukan Sholat Zuhur terlebih dahulu kemudian berangkat. (Shahih Muslim No.1143)



6. Menjamak (menggabung) dua Sholat tidak pada saat bepergian

•             Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata:

Rasulullah saw. pernah menjamak Sholat Zuhur dengan Sholat Asar, Sholat Magrib dengan Sholat Isyak bukan pada saat cemas (perang) atau dalam perjalanan. (Shahih Muslim No.1146)



7. Meninggalkan Sholat dari kanan dan dari kiri

•             Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra., ia berkata:

Janganlah seorang dari engkau memberikan peluang kepada setan untuk menggoda dirinya bahwa Sholatnya tidak sah apabila ia tidak meninggalkan Sholat dari arah kanannya. Saya sering melihat Rasulullah saw. berpaling dari arah kirinya. (Shahih Muslim No.1156)



8. Makruh melakukan Sholat sunat ketika muazin sudah mengumandangkan iqamat

•             Hadis riwayat Abdullah bin Malik bin Buhainah ra.:

Bahwa Rasulullah saw. melewati seorang yang sedang Sholat, padahal Sholat Subuh sudah didirikan. Beliau berbicara sesuatu kepada laki-laki yang tidak kami ketahui apa yang dibicarakan. Ketika selesai, kami mengelilinginya dan bertanya: Apa yang telah dikatakan Rasulullah saw. kepadamu? Ia berkata: Beliau bersabda kepadaku: Hampir saja salah seorang dari kalian melakukan Sholat Subuh sebanyak empat rakaat. (Shahih Muslim No.1162)



9. Sunat melakukan Sholat tahiyyatulmasjid dua rakaat, makruh duduk sebelum Sholat sunat tersebut dan hal itu dianjurkan pada setiap waktu

•             Hadis riwayat Abu Qatadah ra.:

Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apabila salah seorang kalian masuk mesjid, maka hendaklah ia melakukan Sholat dua rakaat sebelum ia duduk. (Shahih Muslim No.1166)

•             Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata:

Nabi saw. mempunyai tanggungan utang kepadaku, kemudian beliau membayar dan melebihkannya kepadaku. Aku menemui beliau di mesjid. Lalu beliau berkata kepadaku: Sholat sunatlah dua rakaat. (Shahih Muslim No.1168)



10. Sunat melakukan Sholat dua rakaat di mesjid ketika pertama kali tiba dari bepergian

•             Hadis riwayat Kaab bin Malik ra.:

Bahwa Rasulullah saw. tidak tiba dari bepergian pada siang kecuali pada siang hari, waktu Duha. Dan apabila beliau tiba, beliau awali datang ke mesjid, lalu Sholat sunat dua rakaat kemudian duduk di sana. (Shahih Muslim No.1171)



11. Sunat Sholat Duha, sedikitnya dua rakaat, sempurnanya delapan rakaat dan pertengahannya empat atau enam rakaat serta dorongan untuk menjaganya

•             Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:

Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw. melakukan Sholat sunat Duha, tetapi akulah yang senantiasa melakukannya. Meskipun Rasulullah saw. tidak mengerjakannya, tetapi beliau senang untuk melakukannya. Hal itu karena beliau khawatir manusia akan mengerjakannya dan kemudian diwajibkan atas mereka. (Shahih Muslim No.1174)

•             Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

Orang yang aku Cintai, yaitu Rasulullah saw. berpesan kepadaku akan tiga hal: Puasa tiga hari pada tiap bulan, Sholat Duha dua rakaat dan Sholat witir sebelum tidur. (Shahih Muslim No.1182)



12. Sunat melakukan Sholat sunat fajar dua rakaat dan dorongan untuk melaksanakannya, meringankan Sholat tersebut, menjaganya serta penjelasan tentang surat yang sunat dibaca dalam Sholat tersebut

•             Hadis riwayat Hafshah ra.:

Dari Ibnu Umar, bahwa Hafshah, Ummul mukminin mengabarkan kepadanya bahwa ketika muazin selesai dari azan Sholat Subuh, Rasulullah saw. melakukan Sholat sunat dua rakaat dengan ringat sebelum Sholat Subuh dilaksanakan. (Shahih Muslim No.1184)

•             Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:

Adalah Rasulullah saw. apabila mendengar suara azan selesai dikumandangkan, beliau melakukan Sholat sunat fajar dua rakaat dan meringankan bacaan dalam Sholat tersebut. (Shahih Muslim No.1187)



13. Keutamaan Sholat sunat rawatib, sebelum dan sesudah Sholat wajib serta penjelasan tentang jumlahnya

•             Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:

Aku Sholat sunat bersama Rasulullah saw., dua rakaat sebelum Zuhur, dua rakaat sesudah Zuhur, dua rakaat sesudah Magrib, dua rakaat sesudah Isyak dan dua rakaat sesudah Jumat. Adapun Magrib, Isyak dan Jumat, aku Sholat sunat rawatib bersama Nabi saw. di rumah beliau. (Shahih Muslim No.1200)

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive

Nuffnang