"Cakap sahabat yang jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi dari nenek moyang"(Saidina Ali)

Nuffnang

Sunday, September 25, 2011

Hadis 40 Imam Nawawi - Hadis 37 - Catatan Kebaikan dan Keburukan




      


Hadis 37

Daripada Ibn Abbas r.a meriwayatkan daripada Rasulullah SAW wahyu daripada Allah SWT yang berfirman:

Maksudnya: “Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan kemudian menerangkannya: Sesiapa berhasrat mengerjakan namun tidak jadi mengerjakannya, Allah mencatat di sisi-Nya satu kebaikan yang sempurna. Jika dia berhasrat mengerjakan kebaikan lalu benar-benar mengerjakannya, Allah mencatat nilai kebaikan itu sepuluh kali hingga tujuh ratus kali ganda, bahkan berlipat ganda lagi. Dan sesiapa berhasrat mengerjakan keburukkan namun tidak jadi mengerjakannya, Allah mencatat di sisi-Nya satu kebaikan yang sempurna, dan jika dia berhasrat mengerjakan keburukan lalu benar-benar mengerjakannya, Allaah hanya mencatat satu keburukan untuknya.”

(Riwayat Ahmad no. 2828, al-Bukhari no. 6126 dan Muslim no. 131)

Hadith 37

Ibn Abbas, radiyallahu 'anhu, reported that the Messenger of Allah, sallallahu 'alayhi wasallam, related from his Lord (glorified and exalted be He):

"Verily Allah has recorded the good deeds and the evil deeds." Then he clarified that: "Whosoever intends to do a good deed but does not do it, Allah records it with Himself as a complete good deed; but if he intends it and does it, Allah records it with Himself as ten good deeds, up to seven hundred times, or more than that. But if he intends to do an evil deed and does not do it, Allah records it with Himself as a complete good deed; but if he intends it and does it, Allah records it down as one single evil deed."

[Al-Bukhari & Muslim]

Each in his Sahih have thus related it in these words:

"So look! My brother, may Allah help us, and take note of how great is the kindness of Allah - may He be exalted! Reflect on this, how that His saying "with Himself" points to His great care with regard to it, and His saying "complete" is for emphasis, not to point to the intensity of His care with regard to it. With regard to the evil deed which one intended but then abandoned, He says: "Allah records it with Himself as a complete good deed", emphasising this by the word "complete" (kamilah); whereas if he performs it, He records it down as "one evil deed", where by the word "one" He emphasises its being made little of, since He does not emphasise it here by the word "complete". So to Allah be praise and grace. Glory be to Him! Our praises to Him we cannot count. With Allah is success."

Pengajaran hadis:

1.     Kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya yang beriman sangat luas dan ampunannya menyeluruh sedang pemberian-Nya tidak terbatas.

2.     Sesungguhnya apa yang tidak kuasa oleh manusia, dia tidak diperhitungkan dan dipaksa menunaikannya.

3.     Allah tidak menghitung keinginan hati dan kehendak perbuatan manusia kecuali jika kemudian dibuktikan dengan amal perbuatan dan praktik.

4.     Seorang muslim hendaklah meniatkan perbuatan baik selalu dan membuktikannya, diharapkan dengan begitu akan ditulis pahalanya dan ganjarannya dan dirinya telah siap untuk melaksanakannya jika sebabnya telah tersedia.

5.     Semakin besar tingkat keikhlasan semakin berlipat-lipat pahala dan ganjaran.

6.     Firman Allah SWT: Maksudnya: Barang siapa melakukan amal yang baik, maka baginya pahala sepuluh kali lipat amalnya. (Surah al-An’am 6 :160)

7.     Firman Allah SWT: Maksudnya: Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang yang menafkahkan hartanya pada jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai. Setiap tangkai seratus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas kurnia-Nya lagi Maha Mengetahui. (Surah al-Baqarah 2 : 261)

8.     Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Seorang lelaki datang dengan membawa unta terikat lalu berkata,’Ya Rasulullah, unta ini saya berikan untuk keperluan fi sabilillah.’ Rasulullah menjawab, ‘Kamu akan mendapat seratus ekor unta pada hari kiamat kelak.’” (Riwayat Muslim daripada Ibn Mas’ud r.a)

9.     Ibn Khalaf yang dikenali dengan nama Ibn Bathal, pengarang kitab al-Ifshah dalam salah satu kenyataan mengatakan: “Sesungguhnya tatkala Allah mengurangi umur umat Muhammad SAW, Allah mengganti singkatnya umur itu dengan melipat-gandakan pahala amalnya.”

10.     Firman Allah SWT: Maksudnya: Dan sesiapa yang melakukan perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan). (Surah al-An’am 6 : 160)

11.     Abu Darda’ berkata: “Sesiapa yang ketika hendak tidur berniat untuk melakukan qiamul-ail, akan tetapi ia tidak terbangun hingga subuh, maka baginya pahala daripada apa yang telah diniatkan.”





0 comments:

Post a Comment